1.120 Peserta Ikuti Kejuaraan Bulutangkis Pelajar di SMAN 7 Bogor

LENSAONLINE.COM | BOGOR – SMA Negeri 7 Kota Bogor kembali menghelat Kejuaraan Bulutangkis Pelajar Seven Open Badminton Kujang Sakti ke 16. Kegiatan tersebut berlangsung selama satu minggu (15-22 Oktober) di GOR SMA 7 Bogor, Jalan Palupuh.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat yang membuka kegiatan tersebut turut memberikan apresiasi kepada SMA Negeri 7 yang selalu menggelar Kejuaraan Badminton antar pelajar.

“Kami bersyukur kegiatan ini bisa terus dipertahankan hingga saat ini dan mampu menyedot ribuan atlet badminton dari berbagai daerah,” ujarnya, Sabtu (15/9/2018).

Sekda, Kadispora Kota Bogor, Kepala SMAN 7 Bogor saat menjajal raket di Kejuaran Badminton di GOR SMAN 7 Bogor, Sabtu (15/9).

Menurut Ade, ajang kejuaraan ini tidak hanya sekedar menyambung silaturahmi melainkan juga sebagai wadah untuk saling berkompetisi dengan sportif. Sehingga mampu melahirkan atlet-atlet bulutangkis terbaik yang nantinya bisa membanggakan Kota Bogor dan Indonesia. Seperti atlet-atlet Kota Bogor yang beberapa waktu lalu telah terbukti menorehkan prestasi di ajang Asian Games dengan mendapatkan medali emas.

“Semoga lahir atlet bulutangkis Kota Bogor yang bisa berprestasi dari tingkat Kota, Provinsi, Nasional bahkan Internasional,” harap Ade.

Sementara, Ketua Panitia Aris Kusuma mengatakan, kejuaraan bulutangkis ini berawal dari ditunjukkan SMA Negeri 7 untuk menjadi basis bulutangkis Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (Bapopsi) Kota Bogor.

Setelah itu, kejuaraan ini terus digelar dan kemudian masuk dalam agenda rutin Osis SMA Negeri 7. Meski begitu, kejuaraan ini sudah diakui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bogor.

“Di kejuaraan bulutangkis ini ada 1.120 peserta dari seluruh Indonesia memperebutkan piala Wali Kota Bogor, Piala Kujang Sakti, Piala Bapopsi dan Piala Kepala Sekolah. Tentunya akan ada juga uang pembinaan dan Japres,” jelasnya.

Ia menambahkan, dari kejuaraan bulutangkis pelajar ini telah banyak melahirkan atlet-atlet nasional berprestasi. Mencetak atlet berprestasi memang menjadi tujuan utama kejuaraan ini, mengingat bulutangkis merupakan olahraga kebanggaan Indonesia dan bulutangkis Indonesia masih belum terkalahkan.

“Kalau generasi mudanya sibuk berprestasi maka hal-hal negatif seperti tawuran semoga tidak akan ada lagi,” katanya. (Herry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *