550 Gram Logam Emas Jadi Barang Bukti, Kejari Bogor Tetapkan Dirum PD PPJ Tersangka

LENSAONLINE.COM | BOGOR – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor akhirnya menetapkan Direktur Umum Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (Dirum PD PPJ) Kota Bogor, berinisial DSH sebagai tersangka atas dugaan kasus korupsi deposito senilai Rp15 miliar.

Penetapan tersangka itu, setelah Dirum PD PPJ Kota Bogor menjalani pemeriksaan selama lima jam oleh tim penyidik Kejari. Selain itu, Kejari juga mengamankan barang bukti berupa emas logam mulia sebanyak 550 gram.

Kasie Intelijen Kejari Kota Bogor, Widiyanto Nugroho mengungkapkan, ditetapkannya tersangka kepada Dirum PD PPJ ini setelah dilakukan gelar perkara dan ekspose. Hasilnya pukul 13.30 WIB, Kejari menetapkan Dirum PD PPJ itu dari saksi menjadi tersangka, karena terbukti hasil dari bunga deposito tersebut dipakai untuk kepentingan pribadi.

“Dari tangan tersangka kami baru mengamankan barang bukti berupa emas logam mulia seberat 550 gram, diantaranya 100 gram sebanyak 3 keping, 50 gram sebanyak 3 keping dan 25 gram sebanyak 4 keping. Jika diuangkan sebesar Rp312.350.000,” ungkap Widiyanto, Senin (3/9/2018).

Sebetulnya, lanjut Widiyanto, total emas logam itu sebanyak 605 gram. Tapi untuk sementara baru 550 gram dan sisanya akan terus diselidiki oleh tim penyidik.

Ia juga menjelaskan, kasus dugaan korupsi ini terjadi pada Juli tahun 2015 lalu, dimana DSH ini telah mendepositokan dana penyertaan modal sejumlah Rp15 miliar kepada Bank Muamalat, yang selanjutnya dari pendepositoan itu dia (tersangka) memperoleh sejumlah uang yang dipecah menjadi dua bagian, yaitu berupa uang dan logam emas mulia.

“Nah, kalo uangnya masih kita dalami. Namun yang jelas barang bukti berupa emas logam sudah kita amankan,” ucapnya.

Uang Rp15 miliar itu, umumnya untuk revitalisasi pasar. Namun kenyataannya, telah memanfaatkan uang tersebut dengan cara mendepositokan di Bank Muamalat selama 9 bulan, dengan jangka 3 kali perpanjangan, tahapannya 3 bulan. Sementara, berdasarkan keterangan tersangka bahwa uang Rp15 miliar itu masih ada di bank tersebut.

“Kita akan terus telusuri kebenarannya dan akan cari keberadaan uang tersebut, apakah benar masih ada atau dimana,” tegasnya.

Atas perbuatannya itu, tersangka dijerat Pasal 2 Ayat 1, Junto Pasal 18 Subsideir Pasal 3, lebih subsideir lagi pasal 8 Undang Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 atas perubahan Undang Undang 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Selain itu, tersangka juga menjalani masa tahanan selama 20 hari di Lapas Kelas IIA Paledang Bogor. Hal tersebut, berdasarkan surat perintah penahanan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) nomor 1759. (Hrs/Ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *