7 Rektor di Bogor Raya Sampaikan 7 Pesan Moral Pemilu, Ini Isinya

LENSAONLINE.COM | BOGOR – Pemilihan Umum 2019 (Pemilu) sudah usai. Kini, dua pesta demokrasi yang dilakukan serentak yakni Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) tinggal menunggu hasil resmi dari KPU RI pada 22 Mei 2019 mendatang.

Namun sebelum hasil Pemilu 2019 diumumkan, sejumlah Rektor Perguruan Tinggi di Bogor Raya memberikan sikap dan menyampaikan 7 pesan moral kepada semua pihak.

7 pesan moral tersebut disampaikan oleh 7 Rektor Perguruan Tinggi ternama yang ada di Kota dan Kabupaten Bogor, yakni Rektor IPB University Dr Arif Satria, Rektor Unversitas Pakuan Prof Dr Bibin Rubini, Rektor Universitas Ibn Khaldun Dr Ending Baharuddin, Rektor Universitas Djuanda Dr Dede Kardayan Rektor Universitas Nusa Bangsa Dr Yunus Arifien, Ketua STKIP Muhammadiyah Bogor Dr Edi Sukardi dan Ketua STEI Tazkia Dr Murniati Mukhlisin.

Sebelum dibacakan, Rektor IPB University Dr Arif Satria mengatakan, bahwa Pemilu presiden dan anggota legislatif di Indonesia merupakan amanat konstitusi, amanat UUD 1945, juga amanat yang tertuang dalam perundang-undangan tentang pemilu.

“Pemilu hakikatnya adalah pelaksanaan kedaulatan rakyat untuk mewujudkan hak asasi politiknya. Pemilu adalah proses demokrasi yang harus dilalui untuk mewujudkan Indonesia yang maju, beradab, bermartabat, berkeadilan, harmonis dan sejahtera,” kata Arif Satria, Kamis (9/5/2019).

Ia menjelaskan, tujuan pemiu itu untuk memilih presiden dan wakil presiden, memilih wakil-wakil rakyat untuk duduk di DPR, DPD dan DRPD tingkat I dan tingkat II.

Akan tetapi, lanjut Arif, selama kampanye hingga sekarang telah terjadi banya hal di berbagai daerah di seluruh Indonesia yang berpotensi mengganggu stabilitas kehidupan masyarakat. Untuk itu, para rektor perguruan tinggi menyampaikan 7 pesan.

Berikut Isi 7 Pesan Rektor Perguruan Tinggi di Bogor Raya:

1. Kami mengajak semua pihak untuk memberikan kesempatan kepada KPU bertugas dalam menyelesaikan kewajiban sebagaimana telah diatur dalam peraturan perundang-undangan.

2. Kami mengimbau KPU dan Bawaslu untuk bertugas profesional, jujur, adil, indepen, transparan dan bertanggungjawab sesuai tahapan pemilu, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan pemilu tetap terjaga.

3. Kami mengajak seluruh elite dan elemen bangsa untuk menjaga kondusifitas sosial dan politik agar tercipta suasana yang damai, harmonis dan sejuk setelah pemilu 2019.

4. Dari hasil pemilu setelah ditetapkan KPU, bila ada hal yang dianggap sebagai masalah, kami mengajak semua pihak untuk menyelesaikannya melalui mekanisme yang sah dan jalur hukum yang berlaku.

5. Kami mengajak kepada seluruh masyarakat agar tidak terprovokasi oleh sikap para elite yang dapat mengganggu kehidupan berbangsa dan bernegara baik secara politik maupun sosial.

6. Kami mengajak elite kedua pihak beserta seluruh pimpinan partai pendukung untuk menyikapi proses pemilu ini secara arif dan bijaksana agar tercipta suasana yang damai dan harmonis.

7. Kami meyakini bahwa situasi ekonomi masyarakat akan terganggu bila terjadi ketidaktentraman politik dan sosial. Oleh karena itu, apa yang menjadi ajakan kami pada poin-poin diatas dapat menjadi solusi untuk menyelesaikan masalah bangsa yang besar ini. (*)

Herry Priatna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *