AHY Ogah Tanggapi Soal Seruan People Power

LENSAONLINE.COM | BOGOR – Belakangan ini seruan ‘People Power’ tengah ramai diperbincangkan. Seruan people power itu keluar karena elite politik merasa proses pemilu diduga ada kecurangan.

Saat dimintai tanggapan terkait hal itu, Komandan Kogasma Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ternyata tidak mau memberikan komentarnya terkait seruan ‘people power’ tersebut.

“Saya tidak mau mengomentari itu, karena lebih baik ditanyakan langsung kepada yang memberikan pernyataan,” ungkap AHY usai menghadiri silaturahmi dengan delapan kepala daerah dan Direktur Wahid Foundation di Museum Kepresidenan Balai Kirti Komplek Istana Bogor, Rabu (15/5/2019) petang.

AHY menjelaskan pertemuan para kepala daerah di Kota Bogor itu sama sekali tidak ada pembahasan terkait adanya people power, tetapi lebih kepada pembahasan ke arah yang positif.

“Saya tidak mengatakan itu, bahwa pertemuan ini untuk mencegah ini dan itu, yang jelas alangkah baiknya kita terus menyuarakan hal-hal yang positif, menebarkan energi yang positif, termasuk menjauhkan dari segala bentuk fitnah dan hoaks,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini terlalu banyak berita yang tidak benar, berupa fitnah, black campaign, yang begitu cepat beredar luas di jagat maya atau media sosial yang sulit untuk di filter atau klarifikasi.

“Kita sebagai anak bangsa jangan sampai menjadi generasi yang mudah sekali menyebarkan berita palsu tersebut,” kata AHY.

Ia pun menambahkan bahwa hidup di era sekarang ini sangat berbeda dengan zaman dulu, dimana sekarang ini begitu cepat tsunami informasi yang belum tentu benar melalui medsos, sehingga sulit untuk mencegahnya. Untuk itu, dirinya meminta kepada masyarakat agar bisa memfilter dan melakukan klarifikasi terkait informasi yang beredar.

“Mudah-mudahan kita semuanya semakin memiliki riseliensi terhadap berbagai format berita tidak benar tersebut. Justru kita bisa aktif untuk mencegah hoaks dan mengklarifikasi bahwa itu tidak benar, karena yang rugi kita semuanya rakyat Indonesia jika terlalu luas tenggalam dari tsunami informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.

Heri Supriatna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *