Akses Satu-satunya, Warga Muarasari Minta Jembatan Ambrol Segera di Perbaiki

Kota Bogor, Lensaonline.com – Jembatan penghubung di RW 01, Kelurahan Muarasari Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor ambrol. Jembatan tersebut merupakan jembatan yang menghubungkan antara Kampung Balubursari (RT 02) ke Kampung Hegarsari (RT 03).

Bukan hanya ambrol, tapi material bangunan yang menopang jembatan itu sebagiannya sudah hancur, sehingga posisinya miring karena tak seimbang.

Kini, jembatan dengan ketinggian sekitar 8 meter itu disampingnya ditutupi terpal orange bertuliskan BPBD Kota Bogor. Agar jembatan tetap bisa dilalui, warga pun berinisiasi membangun jembatan darurat yang dibangun diatasnya.

Ketua RW 01, Ending Saefudin menjelaskan, bahwa ambrolnya jembatan tersebut terjadi pada Selasa malam (malam rabu, red) di bulan Februari 2018 lalu, dimana waktu itu sedang diguyur hujan deras.

“Waktu itu sedang hujan deras sejak sore, kemudian malamnya sekitar pukul 23.00 WIB jembatan ambrol dan pohon disampingnya ikut tergerus,” ungkap Ending saat dikonfirmasi Lensaonline.com, Selasa (17/4/2018).

Paska ambrol, lanjut Ending, lurah dan camat serta pegawai dari PUPR sudah meninjau ke lokasi. Namun, hingga kini perbaikan belum kunjung datang dan dibiarkan seperti itu. “Untuk sementara kita bangun jembatan darurat menggunakan dana swadaya masyarakat, alasannya supaya bisa dilalui kendaraan roda dua (motor). Jembatan ini satu-satunya akses jalan yang bisa tembus ke kelurahan Kertamaya dan Genteng,” ucapnya.

Ia memaparkan bahwa panjang jembatan ini sekitar 8 meter dan lebar 3 meter, sedangkan ketinggiannya kurang lebih 8 meter. “Kami berharap Pemerintah Kota Bogor secepatnya memperbaiki, karena ini akses satu-satunya jalan untuk menghubungkan Kampung Balubursari ke Hegarsari. Tapi kalau tidak secepatnya, kami khawatir kondisinya semakin parah,” pungkasnya.

Perlu diketahui, jembatan tersebut merupakan akses jalan satu-satunya warga untuk beraktifitas. Warga pun inisiatif untuk membangun jembatan darurat untuk bisa dilalui, tapi warga sekitar mengaku was-was ketika melintas dijembatan karena dikhawatirkan sewaktu-waktu bisa terjadi ambruk susulan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *