Bima dan Hengky Netral di Pilpres 2019

LENSAONLINE.COM | BOGOR – Wali Kota Bogor Bima Arya dan Wakil Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan sama-sama tak menjadi tim sukses atau juru kampanye (jurkam) untuk pasangan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

Politikus PAN dan Demokrat itu mengaku karena ingin fokus terhadap program-program pembangunan di daerahnya masing-masing.

“Saya sudah sampaikan ini ke Mas Sandi, dan beliau juga bilang tidak mau melibatkan kepala daerah,” kata Hengky di Balaikota Bogor, Kamis (27/9/2018).

Apalagi, lanjut Hengky, dirinya baru saja dilantik sebagai wakil bupati Bandung Barat periode 2018-2023. Oleh karena itu, dia ingin fokus membenahi dan melaksanakan program-program pemerintahan di Kabupaten Bandung Barat.

Sementara, Wali Kota Bogor Bima Arya pada Rabu (26/9) kemarin mengatakan, di pilpres ini dirinya ingin netral, supaya bisa fokus melaksanakan tugasnya sebagai walikota.

Meskipun netral, Bima mengaku dalam pilihan politik itu sudah ada dan tak mungkin disampaikan ke publik.

“Ya, kalau pilihan politik pasti ada. Tetapi kalau ditunjuk sebagai timses atau jurkam, lebih baik saya pilih netral, tujuannya untuk menghindari perpecahan dan menjaga kondusifitas,” katanya.

Ia menambahkan, bahwa posisi kepala daerah itu merupakan posisi yang riskan jika menjadi tim sukses atau pun jurkam. Sebab, jika masuk kedalamnya maka akan mengganggu tugas utama sebagai kepala daerah.

“Sakali lagi, kalau jadi jurkam maka sangat mungkin terjadi perpecahan. Makanya saya lebih baik netral, tapi untuk pilihan politik sudah ada dan tidak mungkin disampaikan,” pungkasnya. (Hrs/Ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *