Budayawan Sebut Musibah Puting Beliung Ada Kaitannya dengan Pengrusakan Cagar Budaya

LENSAONLINE.COM | BOGOR – Pasca musibah angin puting beliung yang sudah mempora-porandakan ribuan rumah di Kota Bogor, menyedot perhatian masyarakat Indonesia, terlebih para budayawan di tanah air.

Ratusan budayawan dari berbagai daerah, hari ini datang ke Kota Bogor untuk berziarah ke makam Mbah Dalem sekaligus melihat langsung bangunan bersejarah sumur tujuh di Jalan Lawanggitung, Kecamatan Bogor Selatan.

Usai berkeliling, Ketua Presedium Majelis Cendikiwan Kraton Nusantara Jawa Barat, Ully Hari Husadi mengaku sangat terpukul ketika melihat situs sumur tujuh yang kini rusak akibat proyek pembangunan.

Sehingga, dirinya meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk melestarikan kembali situs bersejarah sumur tujuh tersebut.

“Kami sebagai pencinta budaya murni begitu terpukul melihat situs tersebut. Kami berharap Pemkot Bogor bisa mengambil alih dan kembali melestarikan bangunan cagar budaya ini,” ujarnya di lokasi, Kamis (13/12).

Salah satu situs bersejarah sumur tujuh yang ada di proyek pembangunan, Jalan Lawanggintung, Kota Bogor.

Terkait musibah angin puting beliung, dirinya mengatakan, bahwa musibah tersebut kemungkinan ada kaitannya dengan cagar budaya yang kini tengah dirusak.

“Kita percaya kepada adat istiadat leluhur, kita juga percaya ada sesuatu yang ghoib, jadi hal-hal seperti itu mungkin saja terjadi. Tapi saya katakan saat ini adalah perubahan iklim yang begitu dahsyat, semua berubah dengan cepat dan ini mukjijat Allah SWT,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Ully, musibah itu juga sebagai teguran dan peringatan untuk semuanya, terutama masyarakat Kota Bogor dalam meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT, serta peringatan dalam merawat dan melestarikan alam dan juga cagar budaya.

“Sekali lagi, kami mohon kepada Pemkot Bogor jaga kelestarian alam dan cagar budaya yang ada di sini. Jangan ada pembangunan yang dibangun diatas lahan cagar budaya,” tegasnya.

Reporter: Heri Supriatna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *