Cikaret Darurat Air Bersih, PDAM Kirim Tangki Air

Bogor, Lensaonline.com – Ratusan warga di Kampung Cikaret Dukuh Jawa, RW06, Kelurahan Cikaret, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor harus rela antre demi mendapatkan air bersih yang dikirim oleh pihak PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.

Antrean tersebut, dikarenakan air yang mengalir ke zona VI itu, tidak mengalir alias mati total sejak empat hari ke belakang. Akhirnya, warga pun berbondong-bondong menghampiri mabil tangki PDAM yang terparkir dipinggir jalan.

Ketua RT 03, Madnur mengungkapkan, bahwa warganya hampir 90 persen menjadi pelanggan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Sehingga, untuk aktifitas sehari-hari, seperti mandi, mencuci pakaian, berwudhu dan lain-lain semuanya mengandalkan air dari PDAM.

Namun, sudah empat hari ini aliran air tersebut tidak berfungsi alias mati total. Akibatnya, berbagai aktifitas terganggu. “Berdasarkan laporan dari warga, untuk mandi saja harus ikut dirumah saudaranya. Bukan itu saja, untuk solat pun susah air untuk berwudhu sehingga harus ikut ke rumah warga yang memiliki sumur dan itu pun jaraknya cukup jauh dengan masjid,” ujar Madnur, Minggu (13/5/2018).

Hari ini, sambung dia, pihak PDAM mengirimkan satu mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan warga. Setibanya dilokasi, warga langsung mengantre. “Mobil tangki itu, tiba sekira pukul 18.00 WIB dan ratusan warga dari RT 1 sampai 4 langsung berdatangan dan antre untuk mendapatkan air. Mobil tangki tersebut memuat air sebanyak 4000 liter,” ucapnya.

Setelah ini, kata Madnur, PDAM akan mengirimkan satu tangki lagi. Tapi itu akan dikirim besok senin. “Katanya besok mau dikirim lagi,” tuturnya.

Mengingat sebentar lagi memasuki bulan puasa, warga di sini meminta kepada PDAM untuk segera memperbaiki pelayanannya. Sebab, kalau kondisinya seperti ini maka segala aktifitas di bulan puasa semakin terganggu, terlebih pada saat sahur dan berbuka puasa.

“Bulan puasa kan sangat banyak sekali aktifitas warga, seperti saat sahur dan berbuka puasa, dan semua itu membutuhkan air. Untuk itu, kami meminta dan mohon kepada PDAM untuk segera menormalisasikan saluran air PDAM,” tandasnya.

Reporter: Hesti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *