Dirut PT MSJ Beberkan Kronologis Runtuhnya Tiang Tol BORR

LENSAONLINE.COM | BOGOR – Tiang penyangga proyek Jalan Tol Bogor Outer Ring Road (Tol BORR) Seksi IIIA sepanjang 2,85 kilometer dari simpang Yasmin sampai simpang Semplak Bogor, tepatnya di depan Perumahan Tamansari Persada Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal Kota Bogor runtuh.

Dalam peristiwa tersebut material bangunan atau cor beton tumpah ke Jalan Soleh Iskandar Kota Bogor. Akibatnya jalan yang menghubungkan dari simpang Yasmin ke Salabenda-Parung di tutup total.

Direktur Utama PT Marga Sarana Jabar (MSJ), Hendro Atmodjo menjelaskan, peristiwa runtuhnya tiang penyangga itu terjadi pukul 05.15 WIB. Dimana waktu itu para kontraktor bangunan sedang melakukan pengecoran Pir 109 (P109) di depan Tamansari Persada Bogor.

“Pengerjaan Tol BORR Seksi IIIA ini dilakukan secara bergantian yaitu pagi, sore, malam hingga pagi lagi. Nah, kalau yang ini para kontraktor di malam hari sampai pagi. Kenapa, karena proses pengecoran ini untuk menghindari traffic dibawahnya,” kata Hendro kepada wartawan di lokasi, Rabu (10/7/2019).

Ia menerangkan, bahwa balok yang menyangga dari cetakan itu mungkin ada yang tidak kuat, sehingga terjadi melengkung dan betonnya tumpah ke jalan. “Betonnya mungkin belum keras (masih cair) jadi tumpah ke jalan,” lanjutnya.

Masih kata Hendro, proses pengecoran tiang yang hari ini runtuh itu, baru pengecoran ke 10 dari jumlah keseluruhan 57 tiang. Dengan kejadian ini, maka kedepannya perlu ada kewaspadaan. Sementara, untuk kontrak dalam pembangunan Tol BORR Seksi IIIA yang memiliki panjang 2,85 kilometer ini jumlahnya sebesar Rp 1,165 triliun.

Dia juga menyebutkan, dalam insiden ini tidak ada korban jiwa, hanya saja dua orang kontraktor dari PT Pembangunan Perumahan (PP) mengalami luka ringan dan sudah di bawa ke rumah sakit Hermina yang lokasinya tidak jauh dari proyek.

Saat ini, kata Hendro, upaya yang dilakukan ialah pembersihan material bangunan atau cor beton dan sudah dilakukan sejak pukul 05.30 WIB. “Mudah-mudahan siang atau jam setengah satu nanti sudah clear. Tujuannya supaya bisa dilalui kendaraan walaupun dalam pengawasan dari kepolisian dan petugas perhubungan setempat,” pungkasnya.

Reporter: Heri Supriatna
Editor: Ade Derry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *