Guru SMAN 2 Bogor Akui Tak Tahu Aksi Kekerasan Anak Didiknya

LENSAONLINE.COM | BOGOR – SMA Negeri 2 Bogor mengaku tak tahu atas kejadian yang menimpa anak didiknya bernama Andhika Ibnu kelas X menjadi korban pemukulan yang dilakukan kakak kelasnya pada saat pertandingan Basket Ball di Gor Pajajaran, Jalan Pemuda, Kota Bogor pada Kamis (27/9) lalu.

“Untuk kejadiannya, kami pihak sekolah tidak mengetahui jelas seperti apa, tetapi besoknya (Jumat) kami dapat laporan dari orang tua korban, bahwa anaknya ada yang memukul oleh kaka kelasnya,” kata Waka Kesiswaan SMAN 2 Bogor Dede, Senin (1/10/18).

Ia menceritakan, bahwa tim putri dari sekolahnya itu masuk semi final melawan SMAN 6 Depok. Kemudian siswanya berangkat ke Gor sekira pukul 17.00 WIB. Tetapi, pertandingannya diundur yang sebelumnya pukul 17.30 menjadi pukul 20.00 WIB.

“Kami sangat prihatin atas peristiwa ini dan kasus ini sedang didalami oleh kepolisian dan juga pihak sekolah,” ujarnya.

Sedangkan pelakunya, kata Dede, belum diketahui namanya. Sebab, ketika ditanya korban hanya mengatakan ciri-ciri pelaku, dimana saat kejadian si pelaku mengenakan pakaian batik SMAN 2 Bogor. Padahal, pihak sekolah melarang bagi siswa yang akan menjadi suporter tidak boleh pakai baju batik.

“Korban kini di rawat di Rumah Sakit Islam Bogor dan semua ditanggung oleh sekolah. Saat ini kondisi korban sudah membaik dan mudah-mudahan hari ini bisa diperbolehkan pulang,” tuturnya.

Atas kejadian ini, pihak sekolah akan mengevaluasi kegiatan suporter. “Kami akan lakukan evaluasi dan kami juga setuju dengan ungkapan walikota yang menyatakan DBL harus di evaluasi,” pungkasnya. (Hrs/Ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *