IHGMA Gelar Workshop Bertajuk Strategic Change Management For Sustainability

LENSAONLINE.COM | BOGOR – Puluhan General Manager (GM) Hotel Kota dan Kabupaten Bogor yang tergabung dalam Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) Bogor Raya menggelar workshop 2018.

Ketua IHGMA Bogor Raya, Eka Gartika mengatakan bahwa IHGMA itu merupakan wadah para pelaku pariwisata hotel yang memiliki komitmen untuk memberikan pendidikan, pelatihan networking, dan pendidikan profesi untuk membentuk seorang general manager yang handal. Khususnya, untuk dunia perhotelan.

Maka itu, jelang penutuhan akhir tahun 2018 ini, IHGMA menggelar workshop bertemakan ‘Strategic Change Management For Sustainability’.

“Artinya, kita sabagai pengurus IHGMA menginginkan para pekerja hotel, khususnya para general manager dapat mengembangkan pariwisata hotel dengan Strategic Change Management For Sustainability. Sebab, hal itu sudah tertuang dalam amanah visi misi IHGMA,” kata Eka di sela workshop yang digelar di Hotel Salak Tower, Kamis (20/12).

Puluhan Generap Manager dari berbagai Hotel ikuti workshop Strategic Change Management For Sustainability.

Ia menjelaskan, dengan dirikannya IHGMA itu agar para pekerja hotel di Indonesia tidak tergantung pada pekerja Asing. Maksudnya, para GM lokal tentu harus bisa mengembangkan kualitas dalam memanagemen pariwisata hotel, apalagi GM Indonesia lebih mengerti dan mengetahui struktur budaya lokal.

“Jadi, GM lokal itu bisa menjiwai bagaimana cara memberikan pelayanan kepada tamu. Sehingga, para GM ini lebih diuntungkan dan tidak usah bergantung pada pekerja Asing,” ujar Eka yang juga menjabat GM di Asana Grand Pangrango Hotel Bogor.

Lebih jauh, Eka menyampaikan, bahwa Bogor merupakan salah satu daerah destinasi wisata yang menjadi daya tarik para wisatawan, sehingga setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan.

“Berdasarkan data tahun 2017, kunjungan wisatawan yang datang ke Kota Bogor meningkat dari 6,5 juta menjadi 7 juta pengunjung. Dengan adanya peningkatan pengunjung, otomatis PAD-nya meningkat yang semula Rp217 miliar (2017), kini di tahun 2018 perbulan September menjadi Rp249 miliar, dan kita masih punya waktu beberapa minggu kedepan,” jelasnya.

Meski begitu, kata Eka, IHGMA khususnya para GM di Bogor Raya memiliki tantangan yang cukup berat kedepan. Sebab, jalur tol untuk ke Sukabumi sudah di buka, bahkan pembangunan tol ke Bandung pun akan selesai pada 2019 mendatang. Artinya, para pengunjung yang biasanya ke Bogor akan terbelah.

“Untuk itu, kami berharap para GM bisa terus mengembangkan kualitasnya dalam memanagemen pariwasata hotel di Bogor, agar bisa mempertahankan prestasi yang sudah kita capai, dan kami yakin serta optimis kedepan kita akan menjadi lebih lagi,” ucapnya.

Sementara, dalam workshop Strategic Change Management For Sustainability diisi oleh Senior Corporate General Manager dari MGM Hotel Group Reza Sunardi, COO Artotel Group Hotel Eduardo Pangkerego, Managing Director Dafam Hotel Management Handono Putro, VP Operations Singgasana Hotels & Resorts Alexander Nayoan I Nyoman Sarya.

Selain itu diisi juga oleh moderatoa Akademis dan Praktisi Hospitality seperti VP Operations MGM Hotel Group  Dr. Dino Leonandri yang juga dosen STP Trisakti, Dosen dan Kordinator Researcher di Hotel Management Binus University Dr. Arif Zulkarnain dan Bustamar Koto General Manager Bogor Valley Hotel yang juga Faculty member Poltekpar Sahid.

Reporter: Heri Supriatna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *