Ingin Dengar Masukan dari Pelanggan, PDAM Kembali Lakukan Pertemuan

Bogor, Lensaonline.com – Rangakaian demi rangkaian dalam memperingati HUT PDAM ke 41 terus dilakukan manajemen PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Kali ini, PDAM kembali melalukan temu pelanggan di tahun 2018. Pertemuan PDAM dan Pelanggan itu berlangsung di Hotel dan Resto Gumati Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Rabu (2/5/2018).

Kegiatan ini pun dihadiri Plt Walikota Bogor, Usmar Hariman beserta jajaran Direksi PDAM Tita Pakuan Kota Bogor.

Dirut PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, Deni Surya Senjaya mengatakan, bahwa pertemuan ini merupakan upaya PDAM dalam mendekatkan diri kepada pelanggan di Kota Bogor. Selain itu, untuk mendengar keluhan-keluhan dan masukan-masukan dari pelanggan tentang palayanan yang selama ini dilakukan PDAM.

“Sejauh ini pelayanan PDAM sedang baik-baiknya. Namun, disamping itu kami juga perlu masukan-masukan dari pelanggan guna memperbaiki pelayanan PDAM yang lebih baik lagi,” ujar Deni seusai acara pertemuan dengan pelanggan.

Ketika ditanya terkait Pipa PDAM di Jalan Abdullah Bin Nuh atau tepatnya yang berada disekitar Transmart, Deni mengaku belum ada perkembangan lebih lanjut dan pihaknya menunggu izin dari Pemerintah Kota Bogor. “Kita masih menunggu izin dari Pemda, karena walaupun bagaimana kepemilikannya ada di Pemda,” ucapnya.

Sementara untuk perencanaannya, kata Deni, pertama PDAM menanyakan terkait asset ke Pemda, yang artinya apakah itu asset pemda atau bukan (pihak pengembang, red), karena sejauh ini PDAM hanya ketempatan Pipa saja. “Kami juga sudah membuat surat kepada pemda untuk menanyakan status tanah tersebut dan itu dilakukan hampir dua bulan yang lalu, namun belum ada jawaban,” terangnya.

Kedua, pihak PDAM sifatnya menunggu dan mengikuti putusan Pemda, jikalau itu diizinkan maka PDAM pastinya mendukung. “Jadi intinya, kalau itu jadi disewakan kami minta pipa itu diproteksi pakai beton yang bertulang. Kenapa, karena ketika beban kendaraan lewat tidak menyentuh pada pipa. Bila itu tidak dilaksanakan, maka akan menjadi resiko karena pipa besar yang ada di sana untuk pelayanan Zona 3 dan 4. Sementara panjangnya sekitar 100 meter dan pipa tersebut untuk melayani sebanyak 80 persen warga Bogor,” tandasnya. (Her)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *