Lewat Samenan, MI Al-Muawanah Bogor Lepas 43 Siswa

LensaOnline.com | Bogor – Tradisi Samenan atau Imtihan (pelepasan) kembali di gelar MI Al-Muawanah yang berlokasi di Kampung Dukuh Jawa, RW06, Kelurahan Cikaret, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Dalam samenan ini, pihak madrasah melepas sebangak 43 siswa siswinya untuk melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya (SMP-MTs).

“Alhamdulillah, tahun ini kami melepas 43 siswa-siswi dan mereka lulus 100 persen dengan nilai kelulusan yang cukup memuaskan,” ujar Ketua Pelaksana, Yayan Nurjanah di sela samenan atau pelepasan, Sabtu (30/6/2018).

Wanita yang juga menjabat Guru Kelas VI di MI Al-Muawanah itu menjelaskan, bahwa samenan itu indentik dengan istilah yang selalu digunakan untuk pelepasan sekolah-sekolah Madrasah, salah satunya MI Al-Muawanah ini.

“Samenan kebiasaan dari zaman dulu sudah turun temurun, jadi sampai sekarang istilah itu dipake untuk pelepasan atau perpisahan. Nama lain dari bahasa arabnya imtihan, jadi kalo bahasa sundanya samenan,” jelas Yayan.

Ia pun memaparkan, samenan itu agak sedikit berbeda dengan pelepasan di sekolah-sekolah SD pada umumnya, namun secara keseluruhan sama. Artinya, dalam samenan ini anak-anak harus bisa menampilkan pidato atau semacam dakwah di depan banyak orang tanpa menggunakan teks (kertas).

“Sekolah kami bukan seperti SD murni, kita sekolah SD yang berbasis agama islam, jadi lebih banyak agamanya. Akhirnya, kita menggali potensi anak di bidang berdakwah melalui samenan ini dengan tujuan supaya mereka terbiasa berbicara didepan umum,” paparnya.

Dia menambahkan, dari 43 siswa yang lulus itu terpilih dua siswa terbaik, yakni Tazkia Aulia Muntaz dan Rahandika Iliyasa dengan raihan nilai terbesar yaitu 281,30. “Madrasah ini berdiri sejak tahun 80-an dan tahun ini angkatan ke 38. Mudah-mudahan mereka menjadi anak yang soleh dan soleha, serta bisa menjaga keimanan dan ketakwaannya yang lebih kokoh lagi. Dan terakhir, bisa menjaga nama baik sekolah ini di sekolah yang baru nanti,” pesan Yayan kepada anak didiknya yang tak lama lagi melanjutkan ke sekolah SMP atau MTs.

Reporter : Hesti Rizkinawati
Editor : Herry Priatna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *