Mardiyanto Kunjungi Rumah Reyot di Kampung Lebak Nangka

LENSAONLINE.COM | BOGOR – Program Pemerintah Kota Bogor terhadap bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) ternyata belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat. Seperti halnya, rumah warga yang berada di wilayah Genteng, Kampung Lebak Nangka RT03/RW02, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Rumah milik Enoh (81) itu kondisinya sudah sangat memprihatinkan, karena dinding dan atapnya sudah berlubang, bahkan dengan rapuhnya kayu dan bambu penyangga di rumah tersebut mengakibatkan sebagian atap dan gentengnya ambruk.

Dengan kondisi seperti itu membuat Calon Legislatif (caleg) DPRD Kota Bogor, dari partai PKS nomor urut 2 Dapil 3 Bogor Selatan, Mardiyanto SPi geleng-geleng kepala ketika mengunjungi dan bersilatruhmi ke kampung Lebak Nangka.

Caleg PKS, Mardiyanto saat berbincang-bincang dengan warga di Kampung Lebak Nangka, Kelurahan Genteng, Kota Bogor, Senin (18/3).

Bahkan, Ia juga mengaku kaget saat pemilik rumah menceritakan sejarah bangunan yang didirikan pada tahun 1969 tersebut. Menurut Mardiyanto, seharusnya rumah milik Pak Enoh itu memang layak mendapat bantun RTLH, karena bangunannya sudah tua yang menyebabkan material bangunannya mulai rusak.

“Tadi saya ngobrol dengan pemilik rumah dan saya merasa terharu, bahkan kaget ketika mendengar cerita Pak Enoh yang rumahnya dibangun sejak 1969, tetapi belum mendapat bantuan dari pemerintah,” kata Mardiyanto saat bersilaturahmi ke Kampung Lebak Nangka, Senin (18/3/2019).

Mardiyanto menuturkan, dengan adanya temuan dan juga keluhan dari masyarakat tersebut, maka dirinya akan memperjuangkan aspirasi warga apabila ia terpilih dan duduk di DPRD Kota Bogor nanti.

“Saya juga sudah sampaikan ke Pak Enoh bahwa bantuan RTLH ini memang ada di Pemkot dan DPRD Kota Bogor. Jadi, jika saya terpilih nanti saya akan perjuangkan aspirasi ini di DPRD. Tujuannya, supaya pak Enoh dan keluarganya dapat nyaman saat tinggal di rumahnya,” tuturnya.

Ia juga tidak bisa membayangkan, jikalau hujan turun di malam hari maka rumah Pak Enoh ini pastinya basah karena air hujannya masuk ke dalam rumah. Dengan begitu, mereka pun tidak nyaman dan terganggu tidurnya.

“Tadi juga Pak Enoh menceritakan, jika hujan turun airnya masuk ke dalam rumah. Kemudian, mereka harus menyediakan ember atau baskom untuk menampung air hujan dan juga membersihkan bekasnya. Akibatnya, tidurnya pun tidak nyeyak dan tidak nyaman,” jelasnya.

Rumah Bapak Enoh tampak dari depan.

Sementara pemilik rumah, Enoh hanya menginginkan rumahnya itu dapat segera diperbaiki. Sebab, selama ini dirinya selalu dihantui rasa takut jikalau rumahnya itu ambruk secara tiba-tiba.

“Sebetulnya saya ingin memperbaiki rumah ini dengan biaya sendiri. Tapi apa daya, jangankan untuk memperbaiki rumah, untuk makan juga terkadang pas-pasan. Jadi, saya berharap kepada pemerintah, khususnya para caleg yang saat ini maju bisa mendorong untuk segera memperbaiki rumah kami,” ungkapnya.

Tak lupa, Abah Enoh juga mengucapkan terimakasih kepada Mardiyanto yang sudah menyempatkan waktu untuk bersilaturahmi ke rumahnya. “Ya, saya ucapkan terimakasih atas kunjungannya ini. Mudah-mudahan, Pak Mardiyanto dapat mendengar aspirasi kami, dan jika terpilih nanti bisa memperhatikan rumah kami,” ucapnya.

Heri Supriatna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *