Mengenal Lebih Dekat Sosok Calon Wakil Walikota Bogor Sefwelly Ginanjar Djoyodiningrat

lensaonline.com – Perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kota Bogor semakin dekat, bahkan tinggal hitungan hari untuk memulainya masa kampanye yang akan dilakukan para calon walikota dan wakil walikota Bogor.

Seperti kita ketahui, para kandidat calon walikota dan wakil walikota di Kota Bogor, ada empat pasangan calon (paslon), yaitu Dadang Iskandar Danubrata – Sugeng Teguh Santoso, Bima Arya – Dedie A Rachim, Ahmad Ru’yat – Zaenul Mutaqin, dan terakhir pasangan Edgar Suratman dengan Sefwelly Ginanjar Djoyodiningrat.

Namun, dari empat paslon tersebut ternyata hanya ada satu calon yang usianya masih muda, yaitu calon wakil walikota yang akan mendampingi Edgar Suratman di Pilwakot Bogor 2018, yakni Sefwelly Ginanjar Djoyodiningrat.

Ya, pria berwajah mirip Arab itu baru berusia 33 tahun dan akan memasuki usia ke 34 tahun. Pria tampan ini, asli orang Bogor karena lahir di Kota Bogor, yaitu lahir di Rs PMI Bogor pada tahun 1984.

Dengan majunya Sefwelly sebagai calon wakil walikota menjadi sejarah bagi Kota Bogor. Sebab, sepanjang adanya Pilkada atau Pilwalkot di Kota Bogor, hanya Sefwelly lah satu-satu calon termuda dibandingkan dengan calon-calon lainnya.

Tapi, dengan majunya Sefwelly sebagai calon wakil walikota Bogor ini, mungkin masyarakat Kota Bogor belum mengenal siapa dan apa latar belakang seorang Sefwelly Ginanjar Djoyodiningrat.

Calon Wakil Walikota Bogor, Sefwelly Ginanjar Djoyodiningrat.
Berikut kutipan wawancara khusus dengan Sefwelly Ginanjar Djoyodiningrat:

Sefwelly: Saya asli orang Bogor, karena lahir di Bogor, waktu itu di Rumah Sakit PMI Bogor pada hari Sabtu tanggal 22 September 1984. Saya sekolah di SD Klapanunggal 05, SMP di sana dan SMA di PGRI 1 Kota Bogor. Kemudian, lanjut kuliah di Universitas Trisakti Jakarta, Sarjana Hukum Bidang Studi Bisnis, Perdagangan, dan Hukum Pajak International. Saat ini, saya tinggal bersama keluarga di Bekasi, tapi sebelum saya menyatakan maju di Pilwalkot, saya sempat mencari lokasi di daerah Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara untuk tinggal disana, tapi karena keburu saya maju jadi saya fokus untuk Pilwakot dulu.

lensaonline.com : Berdasarkan informasi, apakah betul Bapak ini pernah terjun kedunia Entertainment atau menjadi artis sinetron?

Sefwelly: Iya Betul. Dulu sekitar tahun 2000an hingga 2002, saya pernah menjadi cover entertainmen disalah satu majalah, kemudian ikut casting, dan beberapa sinetron pernah saya bintangi, bahkan pernah menjadi pemeran utama, salah satunya di sinetron ‘Cinta SMU’. Saya bermain dengan artis ternama lainnya, seperti Chiko Jerico, Jeremi Thomas, Nabila Saykieb, Sarah Azhari dan lain sebagainya, termasuk dengan Raffi Ahmad. Selain itu, saya juga pernah menjadi bintang iklan.

lensaonline.com : Pak, boleh dijelaskan alasannya kenapa tertarik untuk ikut di Pilkada, dan apakah sebelumnya pernah mengikuti hal serupa?

Sefwelly: Kalau sebagai pelaku atau orang yang ikut langsung menjadi kandidat calon, baru sekarang. Kalau dulu, saya ikut menyukseskan Pilres Pasangan Ibu Megawati dengan Pak Hamzah Haz pada tahun 2001-2004. Nah, disitulah saya mulai tertarik hingga akhirnya saya maju untuk mendampingi Pak Edgar di Pilwakot Bogor ini.

lensaonline.com : Kemudian, apa alasannya Bapak mau mendampingi Pak Edgar, terlebih pasangan ESA (Edgar-Sefwelly) maju melalui jalur independen atau perseorangan?

Sefwelly: Bagi saya dengan Pak Edgar ini memiliki visi dan misi yang sama, terlebih program-program Pak Edgar yaitu Ngabogor, dimana dalam Ngabogor ini ada tiga arti, yaitu Ngabogor Bodas yang artinya hubungan manusia dengan tuhannya, Ngabogor Hejo hubungan manusia dengan lingkungannya dan Ngabogor Bulao yang artinya hubungan manusia dengan manusia. Nah, dari Ngabogor itulah ada kesamaan visi dan misi yang saya buat. Kemudian, soal independen atau perseorangan, saya rasa dengan majunya kami sebagai calon walikota dan wakil walikota jalur perseorangan ini, karena kami tidak mau adanya kontrak politik yang tentunya didalamnya ada kepentingan politik. Selain itu, Pak Edgar juga merupakan mantan birokrasi yang bersih, bersahaja dan dikenal santun oleh masyarakat.

lensaonline.com : Berbicara Pilkada, tentunya setiap paslon memiliki cara jitu dan strategi, agar masyarakat percaya. Nah, kalau strategi paslon ESA ini nanti seperti apa?

Sefwelly: Berbicara strategi tentunya setiap paslon ada, termasuk kami. Tapi, strateginya seperti apa, saya rasa paslon yang lain juga masih merahasiakan, yang pasti dalam pilkada ini kami tidak mau untuk memberi janji, tapi kami akan memberikan bukti nyata, kerja nyata, sehingga nantinya bisa dirasakan oleh masyrakat.

lensaonline.com : Meskipun Kota Bogor itu kota kecil, karena hanya ada 6 kecamatan, tapi di kota ini banyak sekali permasalahan, sebut saja dibidang Pendidikan, Sosial, Budaya, Kesehatan, termasuk kemacetan dan kesejahteraan masyarakat. Nah, dari permasalahan-permasalahan tersebut, apa yang bapak lakukan jika terpilih nanti?

Sefwelly: Saya rasa permasalahan seperti itu hampir di setiap daerah mengalami. Nah, yang menjadi pertanyaan apakah kepala daerahnya itu bisa mengatasi dan memberi solusi, menurut saya segala sesuatu pasti bisa asalkan kepala daerahnya itu bisa mengambil sikap dengan benar dan tepat, serta tidak merugikan orang lain. Caranya bagaimana, ya caranya dengan musyarawah mufakat, rangkul masyarakat, ajak masyarakat. Masyarakat juga harus diberikan edukasi dalam sebuah pelayanan itu pastinya ada kendala-kendala, dimana kendala itu harus diminimalisir, tapi terkadang semua itu terkendala dengan anggaran. Untuk itu, sebagai kepala daerah harus bisa memberikan edukasi, kemudian mencari akar permasalahannya dan mencari solusi bersama. Intinya, Kepala Daerah harus mau menjadi pelayan masyarakat dan dapat melayani masyarakat dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *