Momentum HJB ke 537, Bima – Dedie Minta Bogor Bersatu

LENSAONLINE.COM | BOGOR – Wali Kota Bogor Bima Arya dan Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim meminta di momentum Hari Jadi Bogor (HJB) ke 537 ini, warga Bogor bersatu, terlebih pemerintahan yang ia pimpin dapat solid dengan semua pihak, baik itu dengan DPRD maupun dengan seluruh warga Kota Bogor.

“HJB tahun ini temanya Satata Sariksa, dimana kami yang ada di pemerintahan berharap bisa lebih solid lagi antara pemkot dengan DPRD, bagitu juga dengan warganya. Intinya, semanganya semangat bersatu, agar Bogor kedepan lebih sejuk,” kata Bima usai menghadiri rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Bogor, Rabu (12/6/2019).

Menurut Bima, dalam membangun kota itu perlu adanya persatuan yang solid. “Tidak mungkin semua bisa berjalan, tanpa adanya persatuan yang solid di Kota Bogor,” lanjutnya.

Ia menuturkan di momentum HJB ke 537 ini ada beberapa program prioritas yang sedang dijalankan oleh pemkot, diantaranya soal terminal batas kota yang saat ini sedang disepakatkan dengan Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Yang paling utama terminal batas kota dulu, kita akan prioritaskan itu. Teminal batas kota lagi disepakatin sama Pemkab Bogor, titiknya apa aja,” katanya.

Kemudian, soal kemiskinan yang masih dilakukan. Tetapi, lanjut Bima, saat ini Pemkot lebih menekankan kepada pembangunan infrastruktur di wilayah-wilayah, seperti pembangunan kampung tematik di setiap kelurahan.

“Sekarang ini kan infrastruktur di pusat kota, seperti pasar Bogor, pasar anyar menjadi prioritas dan kita targetkan akhir tahun ini selesai. Tapi, yang jadi perhatian kita bukan hanya di pusat kota, tetapi kepinggirnya itu akan ditingkatkan lagi dan lain-lain,” tutur Bima.

Sementara Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim mengatakan, bahwa yanh menjadi PR utama ialah meningkatkan Pendapatan Asli Daerahnya (PAD).

“Saat ini kan PAD kita belum maksimal. Nah dengan PAD yang insyallah meningkat dan maksimal, kemampuan kita untuk membangun wilayah menjadi lebih besar. Tetapi kita pun sedang berupaya untuk mendapatkan sisi anggaran dari propinsi maupun pusat. Jadi kedepan pembangunan akan kita sebar ke wilayah,” ujar Dedie.

Dedie menambahkan, bahwa kedepan Kota Bogor ini harus mampu mengantisipasi perubahan-perubahan, terutama dari segi masyarakatnya. “Masyarakat Bogor harus mulai membiasakan diri, menjadi warga yang disiplin, pekerja keras dan taat hukum,” katanya.

Kenapa, lanjut Dedie, karena Kota Bogor selalu berkompetisi bersaing dengan wilayah-wilayah lain, untuk itu masyarakat Kota Bogor harus unggul dari sisi pendidikannya, dari sisi wawasannya, dari sisi integritasnya, sehingga kota bogor nanti nya menjadi kota yang kopetitif atau mampu bersaing dengan wilayah lain, pungkasnya.

Herry Priatna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *