Nyawa Dian Ardiansah Tak Tertolong, Begini Keterangan RSUD Kota Bogor

LENSAONLINE.COM | BOGOR – Kematian Dian Ardiansah (politisi Golkar) di ruang IGD RSUD Kota Bogor yang tak sempat di bawa ke ruang Intensive Care Unit (ICU), membuat Direktur Utama dan jajaran RSUD angkat bicara.

Dalam keterangannya, Dirut RSUD Kota Bogor, dr Dewi Basmala mengatakan, setiap pasien yang akan dimasukan ke ruang ICU itu, maka pasien tersebut kondisinya harus stabil terlebih dahulu.

“Ruang ICU sudah kami siapkan. Namun, kami punya SOP, dimana dalam SOP itu kondisi pasien harus stabil dulu, kemudian bisa di bawa ke ruang ICU,” kata dr Dewi kepada media, Jumat (14/9) malam.

Dewi mengungkapkan, bahwa almarhum ini sebelumnya di tangani oleh dokter di Rumah Sakit BMC yang kemudian di rujuk ke RSUD untuk penanganan lebih lanjut.

“Kita juga sebelumnya sudah komunikasi dengan RS BMC, karena itu ada SOP-nya. Setelah komunikasi, barulah pasien di rujuk ke sini. Almarhum tiba dan masuk di IGD pukul 12.38 WIB dengan diagnose syok kardiogenik metabolic acidosis dan ancaman gagal nafas,” ungkapnya.

Masih kata Dewi, tensinya juga sudah tidak terukur karena mungkin saat perjalanan terjadi kemacetan di dalam infus, sehingga intake cairan dan obat-obatan tidak masuk.

“Nadinya mencapai 140, saturasi 88 dan ini tanda bahwa pasien terjadi pengulangan syok kembali. Kami pun langsung melakukan pemeriksaan,” katanya.

Kemudian, pukul 15.20 WIB, kondisi Dian Ardiansah memburuk dan pihaknya melakukan intubasi atau pemasangan alat pernapasan dan resusitasi jantung.

“Kita lakukan resusitasi jantung sampai lima siklus, tapi kondisinya tidak berubah hingga akhirnya pukuk 15.55 WIB, Dian Ardiansah meninggal dunia. Almarhum, diagnosenya gagal jantung, gagal ginjal dan gagal nafas,” pungkasnya. (Hrs/Ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *