Organda Sikapi Pernyataan Walikota Bogor soal Angkot Lama Dihancurkan

LENSAONLINE.COM | BOGOR – Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bogor M. Ischak menilai apa yang disampaikan Walikota Bogor Bima Arya soal angkot lama dihancurkan karena adanya angkot modern dinilai tidak pantas untuk diucapkan.

Menurut Ischak, seharusnya seorang pemimpin daerah itu menyampaikan yang layak dan mudah dicerna oleh masyarakat, misalnya angkot lama itu diubah menjadi mobil preman atau dibesituakan.

“Sakarang ini di Indonesia tidak ada angkutan umum atau angkot yang tidak kepakai kemudian dihancurkan, yang ada dialihkan ke mobil preman atau dibesituakan. Saya rasa apa yang di sampaikan walikota berlebihan dan tidak pantas untuk diucapkan,” kata Ischak saat di temui diruang kerjanya, Kamis (20/9/2018).

Ia menuturkan, pada prinsifnya mobil modern itu hanya nama, tetapi dikonversi menjadi 3:2, yang artinya 3 angkot lama diganti dengan dua angkot baru yakni angkot modern. Sedangkan, fungsinya sama yaitu melayani jasa angkutan umum kepada masyarakat.

“Saya setuju dengan adanya angkot modern, karena sekarang ini masyarakat membutuhkan angkutan umum yang nyaman. Tetapi, saya tidak setuju bila angkot lama itu dihancurkan,” ucapnya.

Sebelumnya, pada Rabu (12/9) lalu, Walikota Bogor Bima Arya mengatakan, dengan beroperasinya angkot modern dari Koperasi Duta Jasa Angkutan Mandiri (Kodjari) akan menghancurkan angkot lima trayek lama yang berganti angkot modern.

Angkot tersebut, direncakan akan beroperasi akhir bulan ini atau bulan depan. Angkot modern itu dioperasikan di koridor TPK 4 atau jurusan Ciawi – Ciparigi. Kemudian angkot lama, plat nomornya dihitamkan atau dihancurkan. (Hrs/Ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *