Pencetakan KTP-el Warga Kota Bogor Bisa Dilakukan di Kantor Kecamatan Setempat

LensaOnline.com | Bogor – Setelah menerima laporan warga terkait lonjakan antrean di Kantor Disdukcapil Kota Bogor yang mengular hingga ke bahu jalan, Wali Kota Bogor Bima Arya langsung meninjau ke Kantor Disdukcapil Kota Bogor yang berada di Jalan Achmad Adnawijaya atau Pandu Raya, Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, pada Selasa (3/7/2018) pagi.

Setibanya di lokasi, Bima sempat kaget karena apa yang di sampaikan oleh warga itu benar terjadi antrean yang cukup panjang di Kantor Disdukcapil hingga ratusan meter.

“Beberapi hari kebelakang, saya dapat keluhan dari warga yang ngantre cukup lama, kemudian tadi ba’da subuh saya cek langsung ke sini dan ternyata memang antreannya panjang sekali. Saya tadi hitung mungkin hampir seribu antreannya,” ujar Bima di sela Sidak di Kantor Disdukcapil Kota Bogor.

Bima mengatakan, antrean ini disebabkan beberapa hal, yang pertama rata-rata para pemohon ini (warga) yang sudah direkam ingin segera dicetak. Kemudian, KTP-nya yang sudah rusak ingin dicetak lagi atau diganti dengan yang baru, dan ketiga mungkin ada perubahan-perubahan data seperti ngurus Kartu Keluarga (KK) dan lain sebagainya. “Rata-rata sih yang ingin cetak lansung KTP-el nya,” kata Bima.

Melihat antrean yang panjang, lanjut Bima, dirinya tadi pagi langsung lakukan briffing staf dengan para lurah, camat terutama kepala dinas. Jadi, hasil dari kordinasi itu dirinya menyampaikan bahwa warga Kota Bogor yang ingin mencetak KTP elektronik silahkan datang langsung ke kecamatan masing-masing.

“Nanti di kecamatan itu akan dilayani oleh petugas di kecamatan untuk di cek ke dinas, apakah sudah siap di cetak atau belum. Kalau statusnya sudah siap cetak, nanti warga tersebut akan di hubungi lewat telepon langsung, kapan itu bisa diambil maksimal 14 hari kerja dan bisa diambil di kelurahan masing-masing.”

Kemudian, sambung Bima, bagi warga yang belum siap cetak artinya ada masalah dalam hal pendataan, dipersilahkan nanti bisa langsung mendatangi disdukcapil. “Persoalannya apa, nanti petugas di sini akan melayani dan memberikan informasinya,” sambungnya.

Selain itu, Ia juga meminta kepada Disdukcapil untuk meningkatkan pelayanannya dan lebih baik mendahulukan warga yang sudah lanjut usia (lansia), ibu-ibu hamil, serga ibu-ibu yang membawa buah hatinya. Bukan itu saja, sistem antreannya pun harus diperbaiki atau dengan sistem jemput bola. “Mudah-mudahan ketika dipecah di kecamatan, antreannya akan berkurang, begitu kira-kira ya,” tandasnya.

Reporter Hesti Rizkinawati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *