Ratusan Calon Jamaah Haji Kota Bogor Lakukan Manasik

LENSAONLINE.COM | BOGOR – Ratusan calon jamaah haji Kota Bogor mengikuti manasik haji di lapangan terbuka (sepakbola) di wilayah Sukasari Kota Bogor, Sabtu (6/7/2019) pagi.

Para calon jamaah haji untuk semua kloter itu melalukan praktek ibadah haji dengan memutar ka’bah yang barada di tengah lapangan.

Kasi Haji pada Kemenag Kota Bogor, A Jaelani mengatakan, bahwa manasik haji ini merupakan rangkaian atau tahapan bagi semua calon jamaah haji sebelum berangkat ke tanah suci.

“Jadi, sebelum berangkat ke tanah suci itu para calon jamaah haji melakukan praktek tata cara beribadah haji. Supaya nantinya mereka sudah mengetahui semua rukun dan tata cara ibadah haji,” katanya kepada Lensaonline.com.

Ia menjelaskan, jumlah kloter Kota Bogor seluruhnya 4 kloter dan jamaahnya sebanyak 1041 orang. Sementara untuk keloter pertama akan diberangkatkan pada 14 Juli mendatang.

“Jadi untuk manasik haji yang dilakukan hari ini merupakan puncaknya sebelum diberangkatkan. Memang tidak semua mengikuti, karena kan mereka sebelumnya mengikuti manasik di setiap KUA yang ada di kecamatan. Meski begitu, kami bangga karena calon jamaah yang hadir ini banyak mencapai ratusan orang,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Jaelani, calon jamaah haji untuk kloter pertama yang berangkat pada 14 Juli itu terlebih dahulu mengikuti karantina di asrama haji di embarkasi Bekasi.

“Nah, kami nanti para pengurus haji akan turut menghantarkan jamaah ke asrama haji. Kami juga kerjasama dengan panitia yang ada di sana dan pemberangkatannya dilakukan oleh panitia di sana. Setelah di asrama haji mereka (jamaah haji) kemudian dibarangkatkan ke bandara untuk menunaikan ibadah haji,” terangnya.

Setelah dihantarkan ke asrama haji, kata dia, panitia di Kota Bogor kembali lagi untuk mengurus kloter-kloter lainnya. Sedangkan rangkaian pemberangkatan bagi calon jamaah haji untuk kloter terakhir dijadwalkan pada 1 Agustus mendatang.

Di sisi lain Ia menerangkan, bilamana calon jamaah haji ini wafat sebelum berangkat bisa digantikan oleh ahli waris seperti anak, saudara atau menantunya. Tetapi untuk pemberangkatannya tidak bisa dilakukan tahun ini juga, sehingga harus menunggu.

“Kalau misalkan calon jamaah haji wafat sebelum berangkat bisa digantikan oleh ahli waris. Tapi kalau tidak ada yang mau menggantikan, administrasi (uang pendaftaran) bisa dikembalikan dengan catatan harus melengkapi administrasi kependudukan, diantaranya akte kematian dan lain sebagainya,” terangnya.

Ia menyebutkan, bahwa para calon jamaah haji ini rata-rata yang mendaftar sejak tahun 2012 dan tahun ini mendapat panggilan untun berangkat ke tanah suci, sementara biaya pendaftaran ibadah haji tak kurang dari Rp 35 juta.

Reporter: Heri Supriatna
Editor: Ade Derry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *