Renovasi Masjid Agung Bogor Gagal Dilanjutkan, Ini Alasannya

LENSAONLINE.COM | BOGOR – Pembangunan masjid Agung yang sempat direnovasi, tahun ini kembali terbengkalai, bahkan pembangunan masjid tersebut tak bisa dilanjut hingga tuntas lantaran banyak hal yang harus di kaji.

Kementerian PUPR melalui Tim Keselamatan Kontruksi hari ini datang meninjau langsung untuk mengaudit kondisi bangunan masjid di Jalan Dewi Sartika, Kota Bogor itu.

Dari hasil temuannya itu, Ketua Komite Tim Keselamatan Kontruksi Kementrian PUPR, Iswandi mengatakan, bahwa masjid ini masih jauh dari kata sempurna. Sebab, ada hal-hal yang kontruksi bangunannya yang keropos dan ada daerah-daerah sambungan yang belum sempurna.

“Kami datang ke sini baru pertama dan tujuan kami ke sini untuk melihat kondisi bangunan. Intinya kami ke sini untuk meninjau dan mengkaji kondisi masjid,” katanya saat meninjau kondisi masjid Agung, Senin (8/7/2019).

Dalam pengkajian ini, kata Dia membutuhkan waktu cukup lama yaitu sekitar satu bulan. Sebab banyak aspek yang perlu di kaji, mulai dari dokumen perencanaan, dokumen gambar rencana, dokumen pembangunan dan semua itu akan dibawa untuk di kaji secara detail atau konfrehensip.

“Jadi hasil dari audit kami ini akan di kaji secara mendalam dan itu membutuhkan waktu yang cukup lama, karena kan kita mengkaji apakah pengulangan sudah sesuai dengan kebutuhan atau yang lainnya, intinya banyak aspek yang harus kita kaji,” bebernya.

Ia mengungkapkan bahwa bangunab masjid itu memiliki ketentuan yaitu harus punya faktor keamanan yang lebih baik dibanding dengan bangunan yang ada di sekitarnya.

“Secara umun, kolom-kolom bangunan ini sudah positif tapi kembali lagi kita akan mengkajinya secara detail dan faktor keamanan yang harus diutamakan, hal itu lah nantinya rekomendasi yang akan kita keluarkan. Masjid juga merupakan salah satu tempat untuk evakuasi warga jika terkena bencana, jadi faktor keamanan yang harus lebih baik lagi,” ujarnya.

Sementara Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim mengatakan bahwa pembangunan masjid ini tak bisa dilanjutkan tahun ini, sebab harus menunggu rekomendasi dari Kementrian PUPR melalui tim Keselamatan Kontruksi.

“Setelah ada rekomendasi baru kita tentukan sikap, cuma dari sisi waktu kelihatannya kita tidak bisa melakukan tender atau melanjutkan kontruksi tahun ini. Kalau memang ada rekomendasi bisa saja nanti kita lakukan tender sebelum Januari, kemudian per Februari bisa meredesign dulu,” kata Dedie.

Ia juga menjelaskan apapun rekomendasinya, mungkin ada ready design. Setelah itu rebajeting dan menenderkan kembali.  “Pokoknya yang kita pikirkan keselamatan umat, tadi seperti disampaikan ketua tim keselamatan kontruksi, bahwa bangunan masjid itu memiliki standar keamanan yang lebih tinggi dibanding bangunan yang lain. Kita berharap pemborong atau pihak ketiga bekerjasama memberikan data-data yang dibutuhkan untuk bahan evaluasi tim keselamatan kontruksi ini,” pungkasnya.

Reporter: Heri Supriatna
Editor: Ade Derry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *