Tak Sesuai Target, DID Beberkan Kekalahan PDIP di Kota Bogor

LENSAONLINE.COM | BOGOR – Kerja keras yang dilakukan PDI Perjuangan Kota Bogor di pemilu presiden dan anggota legislatif 2019, ternyata diluar espektasi atau meleset dari target yang diharapkan oleh pengurus PDI Perjuangan Kota Bogor, yaitu 10 sampai 12 kursi di DPRD Kota Bogor.

Pasalnya, partai nomor urut 3 itu hanya mampu meraih 8 kursi, sedangkan suara untuk partainya sebanyak 84.774 suara. Akibatnya, partai berlambang banteng tersebut menempati posisi ketiga di bawah PKS (103.890 suara) dan Gerindra (99.090 suara).

Kekalahan yang dialami PDI Perjuangan pada pileg 2019 ini pun diakui oleh Ketua DPC PDIP Kota Bogor Dadang Iskandar Danubrata (DID). Ia pun lantas membeberkan atas kekalahan tersebut.

Menurut DID, kekalahan ini lantaran banyak faktor, diantaranya efek dari pilpres itu sendiri, dimana para pemilih di Kota Bogor ini mayoritas memilih calon presiden nomor urut 02, yakni Prabowo – Sandi, sehingga berdampak pada suara partai dan perolehan kursi PDIP di DPRD Kota Bogor.

Meski begitu, lanjut DID, raihan suara sebanyak 8 kursi untuk PDIP ini cukup baik karena bisa mempertahankan raihan kursi pada pemilihan legislatif (pileg) tahun 2014 lalu.

“Walaupun dibawah target, kita anggap ini cukup baik karena bisa mempertahankan 8 kursi yang pernah kita raih pada pileg 2014 lalu. Di sisi lain, kita juga harus mengakui bahwa pemilih di Kota Bogor mayoritas memilih Prabowo – Sandi, sehingga berdampak pada suara partai dan perolehan kursi,” ungkap DID kepada Lensaonline.com via Whatsapp, Selasa (14/5/2019).

Selain itu, lanjut DID, faktor lainnya yakni karena adanya partai baru. Dengan hadirnya partai baru di pemilu 2019 ini tentu bendampak juga pada perolehan suara. Bukan itu saja, dia juga menilai ada partai lain yang menawarkan program yang dinilai diluar nalar, yaitu program tentang STNK gratis dan pemberlakuan SIM seumur hidup, sehingga membuat suara untuk partai tersebut tinggi.

“Jadi, menurut kami program atau janji politik yang ditawarkan partai tersebut agak diluar nalar. Walaupun agak di luar nalar ternyata sangat berpengaruh besar terhadap masyarakat. Tetapi bagi kami apa yang ditawarkan itu akan menjadi beban politik bagi mereka, sebab di tingkat nasional atau DPR RI partai mereka bukan wewenangnya, sehingga akan sulit untuk memenuhi janji politiknya tersebut,” bebernya.

Masih kata DID, hasil dari pileg ini akan menjadi evaluasi kedepan. Tujuannya supaya suara untuk PDI Perjuangan dapat meningkat pada pemilu-pemilu selanjutnya, pungkasnya.

Heri Supriatna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *